Skip to main content

Posts

Showing posts from 2014

Ingin Jadi Pegawai BUMN atau Jadi Model?

setelah lama tidak mengupdate blog, akhirnya saya sempatkan untuk berbagi pengalaman mendaftar di BUMN. akhir-akhir ini banyak isu-isu hoax yang tidak jelas kebenaran dan sumbernya, salah satu contohnya isu pelarangan jilbab di BUMN. Bersumber dari akun twitter  @estiningsihdwi yang dalam twitnya menyebutkan "Kriteria rekrutmen sebuah #BUMN tahun 2014" dan screenshoot gambar yang berisi dokumen recruitment. Dokumen tersebut menyebutkan kira-kira demikian: Performance: Penampilan secara umum: - Perut tidak gendut - Wajah dan kulit bersih (hitam/putih) - Jerawat tidak menetap dan tidak banyak - Kerapihan - Sopan - Tato tidak terlihat - Tidak banyak luka - Tidak bau badan - Wajah bersahabat - Kebersihan gigi & mulut (tidak bau saat bicara) - Sikap tidak seperti wanita (laki-laki) - Celana tidak menggantung (laki-laki) - Tidak janggut (khusus laki-laki) - Cowok rambut pendek - Jilbab batas leher - Kumis Rapi (laki-laki) - Intonasi suara jelas - Logat

Kelebihan Dan Kekurangan Wet Scrubber

Sebagai kontrol partikel, wet scrubber (disebut juga wet collector) dievaluasi terhadap kain filter dan electrostatic presipitator, Beberapa keuntungan wet scrubber adalah sebagai berikut: 1. Wet scrubber mempunyai kemampuan untuk menghandle temperature tinggi dan kelembaban 2. Dalam wet scrubber, gas didinginkan, sehingga peralatan yang dibutuhkan lebih kecil gas yang didinginkan tersebut berarti wet scrubber dapat mengurangi suhu dan volume, oleh karena itu ukuran vessel (termasuk fans dan ducts downstream) lebih kecil dibandingkan perangkat kontrol lainnya, ukuran yang lebih kecil mengakibatkan biaya modal yang lebih rendah dan fleksibilitas dalam penenmpatannya.   3. Wet scrubber dapat menghilangkan gas maupun partikel yang tidak diinginkan 4. Meminimalisasi terhadap bahaya terbakar dan meledak kebanyakan debu kering mudah terbakar, maka dengan menggunakan air dapat menghilangkan kemungkinan adanya ledakan 5. Wet scrubber dapat menetralkan gas yang bersifat korosif Kekura

Prinsip Dan Cara Kerja Wet Scrubber

WET SCRUBBER Sebelum kita membahas tentang prinsip dan cara kerja wet scrubber, sebaiknya kita mengetahui dahulu, apa sih wet scrubber itu? Ok, pertama kita bahas dulu pengertian dari wet scrubber wet scrubber adalah sejenis alat yang dapat menghilangkan polutan dari gas, jadi ketika gas hasil pembakaran masih mengandung banyak polutan maka cara menghilangkan polutan tersebut adalah dengan alat yang dinamakan wet scrubber. Cara kerja wet scrubber adalah sebagai berikut: 1. gas yang mengandung polutan dikontakkan dengan cairan scrubbing Prinsip kerja wet scrubber yaitu dengan menyemprotkan cairan ke dalam gas / dengan diberikan tekanan dan melalui cairan / dengan cara kontak lainnya sehingga dapat menghilangkan polutan yang berada dalam gas 2

PROSES STASIUN GILINGAN

Tebu dari empla s ement diangkut ke unit g ilingan dengan lori dan truk. Tebu dari lori dan truk diangkut menggunakan crane hoist , kemudian tebu diletakkan di meja tebu ( cane table ). Meja tebu dilengkapi dengan cane leveler untuk mengatur ketinggian tebu yang masuk dalam cane carrier. Dari cane carrier tebu dibawa ke cane cutter dan selanjutnya tebu dibawa ke unigrator (sejenis palu) . Serpihan tebu dari unig r ator dibawa menuju ke gilingan -1 dengan elevator dan terjadi proses pemerahan tebu . Tebu yang telah melewati unigrator dibawa ke gilingan-1 dengan menggunakan krepyak antar gilingan. Proses gilingan di P T. IGN menggunakan 4 buah gilingan yang tersusun secara seri.  Di dalam gilingan-1 serpihan tebu masuk diantara rol atas dan rol depan, sabut tebu tersebut kemudian diperas sampai keluar niranya. Rol atas berputar berlawanan dengan putaran rol depan dan belakang. P ada tahap ini air nira diperas kemudian ditambahkan surfaktan sebanyak sepersepuluh ppm dari nira

Proses Produksi Gula dari Tebu dan Raw Sugar

di sini saya akan membahas tentang proses produksi gula dari tebu dan raw sugar di PT. IGN Kendal Jateng. Semoga artikel dapat membantu sobat untuk mengerti proses pengolahan tebu menjadi gula, mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi hingga pengemasan gula ke dalam karung. Proses Produksi Gula Tebu PT. Industri Gula Nusantara (IGN) menghasilkan produk utama gula kualitas SHS serta hasil samping berupa ampas, tetes dan blotong. Proses pemurniannya menggunakan kapur untuk memisahkan dari nira jernih. Faktor utama yang menentukan mutu hasil produksi adalah bahan dasar. Dalam hal ini tergantung pada bahan baku dan bahan-bahan pembantu. 1.  Pemilihan bahan baku a.   Tebu ( S accharum officinarum) digunakan sebagai bahan baku pembuatan gula oleh pabrik-pabrik gula di Indonesia karena tebu dapat tumbuh baik di daerah tropis. Tebu merupakan jenis tanaman yang banyak mengandung gula tertinggi (sukrosa) dan gula reduksi (glukosa dan fruktosa). bahan baku tebu harus dicek

Proses Oksidasi Minyak Atsiri

Minyak atsiri adalah zat yang terkandung dalam tanaman. Tanaman ini disebut juga minyak menguap (volatile oil). Dalam keadaan segar dan murni umumnya tidak berwarna, namun pada penyimpanan lama warnanya berubah menjadi gelap karena oksidasi.  Beberapa senyawa kimia yang mudah menguap terdapat pada minyak atsiri antara lain alkohol, aldehid, keton dan ester sering terdapat didalam tumbuh-tumbuhan walau dalam jumlah sangat kecil. Penyelidikan kimia menunjukkan bahwa sebagian besar komponen –komponen minyak atsiri merupakan senyawa yang hanya mengandung atom karbon dan atom hidrogen, atau senyawa yang mengandung atom karbon, hidrogen dan oksigen yang tidak bersifat aromatis. Senyawa-senyawa ini secara umum disebut terpenoid.  Komponen kimia yang terdapat didalam minyak atsiri sangat bermacam-macam tetapi komponen utama adalah senyawa terpen dan terpen yang teroksigenasi (terpenoid). Komponen minyak atsiri yang paling mudah menguap adalah senyawa yang mengandung 10 atom karbon (monote